Kelas Online yang tersedia

Mata kuliah ini memaparkan pengetahuan dasar tentang Hukum & Edtika Perbankan.
Ruang lingkup yang menjadi kajian mata kuliah ini meliputi
(1) jenis perbankan di Indonesia,
(2) prinsip dasar perbankan Konvensional,
(3) prinsip dasar perbankan Syariah,
(4) produk bank Konvensional,
(5) perjanjian pada bank konvensional,
(6) produk bank Syariah,
(7) perjanjian pada bank syariah,
(8) permasalahan pada dunia perbankan,
(9) sengketa hukum perbankan,
(10) penyelesaian sengketa hukum perbankan.

Mata kuliah ini memberikan gambaran secara jelas mengenai hukum perbankan dalam praktek bekerja serta menunjang profil seorang bankir.
Mata kuliah Bank Syariah menekankan pada penerapan mekanisme keuangan syariah, teknik, sistem dan prosedur manajemen keuangan syariah, serta mengetahui dan mampu mengoperasionalkan produk produk perbankan syariah. Setelah mempelajari mata kuliah Perbankan Syariah, mahasiswa diharapkan mampu menguasai konsep dasar, teknik, metode, dan prosedur, serta mampu mengoperasionalkan produk produk perbankan syariah. Materi pokok yang akan dibahas dalam matakuliah perbankan syariah dibagi dalam tiga (3) kelompok bahasan, yaitu: perkembangan perbankan syariah, prinsip dan prosedur keuangan syariah, serta operasionalisasi produk produk perbankan syariah. Matakuliah Perbankan Syariah diajarakan dalam 14 kali pertemuan, dengan kombinasi antara tatap muka, diskusi, studi literatur, latihan simulasi produk keuangan pada perbankan syariah.
1. Memberikan pengetahuan mengenai operasional dan manajemen dana sebuah bank beserta regulasinya
2. Memberikan pemahaman dan penguasaan mengenai teknik dan prinsip-prinsip dari manajemen operasional sebuah bank beserta prakteknya
3. Memberikan pemahaman dan penguasaan mengenai konsep penilaian tingkat kesehatan dan kerahasiaan sebuah bank (CAMELS)
Manajemen Keuangan Internasional dapat didefinisikan sebagai manajemen keuangan untuk perusahaan multinasional. Dua istilah penting dalam manajemen keuangan internasional adalah manajemen keuangan dan perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional itu
memiliki beberapa ciri yang berlainan dengan perusahaan domestik. Salah satu karakteristik yang menonjol adalah wilayah operasionalisasi
perusahaan yang mencakup beberapa negara, dengan kondisi politik, sosial ekonomi serta kebudayaan yang berbeda-beda. Perbedaan kondisi
tersebut juga menimbulkan konsekuensi yang berbeda yaitu dalam hal pengelolaan perusahaan, antara lain bahwa perusahaan multinasional akan
menghadapi perubahan kurs mata uang antarnegara yang akan menambah kompleksitas pengelolaan keuangan perusahaan multinasional.